Alasan Prabowo Subianto Minta Pemilu Diulang?

Saturday, July 19th, 2014 - Berita, Politik

Capres No Urut 1 Prabowo Subianto meminta kepada Komisi Pemilihan Umum untuk melakukan Pemilu ulang. Ia beralasan mendapat banyak laporan mengenai indikasi kecurangan yang terjadi, tak hanya di Jakarta saja pemilihan umum perlu diulang melainkan di beberapa daerah pun perlu dilakukan hal serupa. Prabowo mengklaim jika tidak ada kecurangan maka kubunya akan meraih kemenangan. Itu alasan Prabowo mengapa dirinya ngotot meminta pemilu ulang.

Gambar Prabowo Subianto

Foto Prabowo Subianto

Dikutip dari merdeka.com, Fadli Zon selaku Sekretaris Tim Pemenangan merinci terdapat 6 kabupaten di Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan DKI Jakarta yang perlu dilakukan pemilihan ulang. Berbeda dengan Fadli Zon, teman satu timnya Habiburokhman berusaha meluruskan perkataan Prabowo mengenai pemilu ulang, ia menyatakan penghitungan suara yang perlu dilakukan pengulangan bukan pemilu.

Tidak cukup dengan pemilu dan penghitungan ulang, pihak Prabowo meminta pengunduran waktu rekapitulasi suara oleh KPU yang sejatinya akan dilakukan pada 22 Juli 2014 nanti. Kubu Prabowo berpendapat karena masih banyak kecurangan yang terjadi sehingga KPU perlu untuk menangguhkan agenda tersebut.

Berbeda dengan kubu Prabowo, kubu Jokowi yang selama ini banyak menerima laporan kecurangan justru tidak meminta kepada KPU untuk dilakukan pemilu ulang. Menurut anggota Tim Sukses Jokowi-JK, Marwan Jafar pemilu sudah selesai dan hingga kini sudah ada 80% suara yang masuk ke database KPU sehingga sudah legitimate. Marwan pun menambahkan kalau masyarakat Indonesia sudah dewasa dalam menyikapi berita seperti ini sehingga ia yakin tidak akan ada keresahan di masyarakat.

Masih dari kubu Jokowi-JK, Saleh Husin menyatakan tidak perlu ada penundaan hasil rekapitulasi Pilpres 2014 sebab KPU sudah memiliki jadwal sendiri untuk mengumumkan hasil pemilu pada 22 Juli mendatang. Saleh menambahkan jika ada pihak-pihak yang keberatan dengan keputusan KPU dapat melaporkan ke lembaga Mahkamah Konstitusi (MK). MK akan membuka pendaftaran terhadap gugatan Pilpres dalam jangka waktu 3×24 jam pasca pengumuman oleh KPU. Ketua MK Hamdan Zoelva berharap pasangan Capres berserta tim sukses bila mengajukan keberatan ada baiknya menempuh jalur konstitusional sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Alasan Prabowo Subianto Minta Pemilu Diulang? | admin | 4.5